Rabu, 16 Januari 2008

alm. Gelangang Olah Raga

Sudah satu setengah tahun semenjak gempa djodja…jejak gempa sudah mulai lekang dimakan waktu, cerita pengalaman gempa pun sudah menjadi topic yang basi untuk dibicarakan.., cuma mengenai dana rekontruksi ajah yang kadang2 masih hangat untuk dibicarakan,( karena banyak merasa dananya di sunat) hehehehe kaya’ burung

Gedung perkantoran yang dulu retak2 kecil sekarang sudah menjelma menjadi gedung btingkat yang tentu tampak lebih megah dari sebelumnya. Sekolah, puskesmas, kantornya pak lurah ma pak camat tak mau kalah bsolek, dari dulu yang tampak jadul sekarang menjelma menjadi bangunan baru dengan gaya minimalis sedikit menyesuaikan dengan tren gaya bangunan saat ini…

Tapi ngak semua bangunan publik berubah jadi megah pasca gempa masih ada tersisa bukti sejarah gempa di djodja. Jadi kalo mau wisata gempa ke djodja tidak perlu kecewa, tepatnya per4tan jln. Cendana disitu ada mantan bangunan yang sekarang udah jadi puing2 atau bahasa sopannya sdah jadi monumen napak tilas gempa djodja

,

Sdikit bertanya knapa masih ada ajah sisa gempa kemaren gak tau apa pemkot tidah peduli, atau memank sengaja dialih fungsikan jadi monumen peringatan gempa tau apa kurang paham gw…

Yang sedikit membuat hati menjadi miris kenapa mantan gedung itu tidak pernah terjamah sama sekali, dari jaman gempa kemaren ampe sekarang masih tidak terjamah, jorok,kumuh dan memperihatinkan memang,(banyak digunakan untuk tuna wisma) bahkan ada kesan diabaikan oleh lembaga yang take in charge mengolah dan merawat mantan gedung olah raga itu

Sebuah pemandangan yang paradok kalo kita berjalan 100 meter ke selatan dsitu ada gedung BPK yang waktu gempa sdikit terluka parah karena emang gedungnya udah uzur seeh jadi retak2 abis, tapi look it know...!!, walaa calon gedung megah 5 lantai siap mengantikan gedung tua itu, tak jauh dari situ gedung dephumkam tak mau kalah bersiap dengan bangunan baru yang diperkirakan selesai pertengahan tahun…

Menilik fakta diatas memank keadaan tersebut membuat kita semua mafum n paham knapa prestasi Olah raga di Indonesia jalan ditempat, bahkan jalan mundur haalaah……!!, prestasi kita di tingkat ASEAN pada medio 70an sampai pertengahan 90an boleh kita membusungkan dada, juara umum sudah menjadi langganan tapi semenjak itu kita seperti kehabisan potensi jangankan juara umum jadi 3 besar aja dah alhamdulilah,

Tanpa bermaksud untuk menyalahkan atau menghujat pihak mana pun saya paham bahwa kondisi bangsa besar ini sedang tidak fit bukan karena kurang olah raga masyarakatnya tetapi lebih dikarenakan ehm..apa yach kalo bahasa ekonom indef krisis multidimensional sehingga yach hal2 yang dirasa “tidak penting” seperti olah raga sdikit dikesampingkan

Smoga hal ini tidak berlangsng lebih lama lagi, karena harga diri bangsa ini sudah jatuh di titik nadir dan gw kira olah raga salah satu cara ntuk membangkitkan kembali harga diri bangsa kita

Nb: saat tulisan ini dibuat sudah ada alat2 berat di sisi timur GOR among rogo siap untuk membersihkan puing2 sisa gempa kemaren. Dan walaupun masih lama lagi untuk berganti menjadi GOR baru yang penting sudah ada progress dari pada Cuma dianggurin kaya gitu

Tidak ada komentar: